Berita

MGBK MA Nasional Perkuat Kapasitas Guru BK dalam Pendampingan Psikososial Pascabencana

Medan (Humas), MGBK MA Nasional bekerja sama dengan MGBK Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Program Pendampingan Psikososial Pascabencana Berbasis Penguatan Kapasitas Guru BK di SMAN 2 Medan, dengan dukungan sponsor dari Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan sosial peserta didik serta masyarakat terdampak.

Program diikuti oleh 100 Guru BK SMA, MA, dan SMK yang berasal dari Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat. Peserta memperoleh penguatan kapasitas dalam mengenali respons psikologis pascabencana, memberikan dukungan psikososial awal, membangun rasa aman, serta memahami mekanisme rujukan bagi peserta didik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Ketua MGBK MA Nasional, Siti Kulsum, menegaskan bahwa Guru BK memiliki peran strategis dalam membantu pemulihan peserta didik setelah bencana.

“Guru BK perlu hadir secara empatik, tepat, dan terarah untuk membantu peserta didik memulihkan rasa aman, mengelola emosi, dan kembali menjalani kegiatan belajar secara bertahap,” ungkapnya.

Ketua MGBK Provinsi Sumatera Utara, Ramadhansyah, S.Pd., M.Psi., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapan Guru BK menghadapi situasi krisis di lingkungan pendidikan.

“Penguatan kapasitas ini diharapkan membantu Guru BK memberikan pendampingan awal sesuai kebutuhan peserta didik sekaligus memperkuat koordinasi dan jejaring dukungan di daerah terdampak,” ujarnya.

Kolaborasi MGBK MA Nasional, MGBK Provinsi Sumatera Utara, dan ULBI ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap pemulihan psikososial pascabencana. Kegiatan tersebut juga memperkuat jejaring Guru BK lintas SMA, MA, dan SMK agar dapat berbagi pengalaman serta menyusun tindak lanjut sesuai kondisi satuan pendidikan masing-masing.

MGBK MA Nasional berharap program ini dapat dilanjutkan melalui pendampingan berkala, berbagi praktik baik, dan penguatan sistem rujukan. Dengan kapasitas Guru BK yang semakin baik, sekolah dan madrasah diharapkan mampu menjadi ruang yang aman, suportif, dan tangguh bagi peserta didik pascabencana. (SK)